Kematian merupakan keniscayaan, hakekatnya kita semua mahluk hidup pasti akan menemui kematian. pada Suatu hari nanti , tubuh ini akan rusak binasa. Menjadi santapan para cacing tanah di pekuburan. Suara inipun tidak lagi bisa didengar. Juga, tangan ini tak mungkin lagi bisa menulis apapun. Jasad yang semula hangat berangsur menjadi kaku dan dingin.Kematian merupakan Sunnah-Nya pada seluruh makhlukNya. Allah SWT berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian" (Ali-Imran: 185),
Innalillahi wa inna ilayhirooji'un. " sebuah renungan (dari ustad Mgsarmasyah "Sekaya apapun kita, sesukses apa-pun karir kita, sepandai apapun kecerdasan kita, secantik apapun wajah kita, sekuat apapun badan kita, sekeras apapun kerja kita untuk mengumpulkan harta yang banyak, ingatlah, seperti itu lho nanti kita semua, terbujur kaku dan tidak berdaya. Hendaklah kita mengambil nasehat dan pelajaran dari kematian itu. Sebab manakala kita tidak bisa mengambil pelaaran dari kematian, niscaya nasehat apapun tidak akan berguna bagi kita.
Oleh karena itu, ketika kita dinasehati saat itu akan datang menjelang maka kita meninggalkan orang yang kita kasihi, kita akan meninggalkan rumah mewah dan nyaman lalu pindah ke rumah terakhir di dalam himpitan tanah merah maka kita harus bersiap-siap untuk menyambutnya, mengevaluasi diri kita sebelum diri kita dievaluasi (dihisab) oleh Allah. Kita dulu lahir telanjang dan tidak membawa apa-apa, dan sekarang kembali pada Allah juga telanjang dan tidak membawa apa-apa, selain amal saleh kita.